D, aku datang dengan perbekalan
berkantung kopi dan daun kering
beribu malam aku siap
aku ada untuk mendengarkan
D, andai kau memilihku
ini telingaku untukmu
dan hati yang tak kau inginkan
aku di sini untukmu
aku yang tak punya pilihan
cangkir yang menjadi saksi
asap yang menemani
tumpahkan padaku
dia yang namanya kau sebut
dia yang kemarin dan esok
aku akan mendengarkan
"semoga esok hati kalian bertemu."
aku hampir berhasil tulus
D, kopi ini belum habis
kau beranjak menyambut pagi
D, aku selalu suka senyummu
mungkinkan menjadi alasannya
ini berkarung-karung kopi
akan kuisi tiap hari
saat malammu tiba datang kembali
kau tahu pasti aku selalu di sini
malamku yang tanpa akhir
dan kopi yang mendingin
dan perasaan yang tak akan sampai
aku berdo'a kau bertemu pagi abadi
dan aku hampir berhasil tulus
berkantung kopi dan daun kering
beribu malam aku siap
aku ada untuk mendengarkan
D, andai kau memilihku
ini telingaku untukmu
dan hati yang tak kau inginkan
aku di sini untukmu
aku yang tak punya pilihan
cangkir yang menjadi saksi
asap yang menemani
tumpahkan padaku
dia yang namanya kau sebut
dia yang kemarin dan esok
aku akan mendengarkan
"semoga esok hati kalian bertemu."
aku hampir berhasil tulus
D, kopi ini belum habis
kau beranjak menyambut pagi
D, aku selalu suka senyummu
mungkinkan menjadi alasannya
ini berkarung-karung kopi
akan kuisi tiap hari
saat malammu tiba datang kembali
kau tahu pasti aku selalu di sini
malamku yang tanpa akhir
dan kopi yang mendingin
dan perasaan yang tak akan sampai
aku berdo'a kau bertemu pagi abadi
dan aku hampir berhasil tulus
No comments:
Post a Comment