kamu tahu? kamu adalah satu-satunya orang yang melihat kartuku. pertahananku hancur seiring waktu yang mengalir bersama kita. kamu 'memotong' ku dengan rapi, tanpa luka, tanpa gores. tapi lihat apa yang aku lakukan padamu! aku begitu frustasi, aku menyerang membabi buta. lihat betapa parahnya lukamu! dan aku tak mampu menjadi pereda sakit. dan lihat tembok di sekelilingmu! aku begitu jauh darimu sedang kamu begitu dekat padaku. aku gagal membayar harga lukamu. aku begitu marah, kenapa aku begitu ingin tahu? sekarang kamu lelah dan menjauh. kegagalanku semakin menjadi, dan keberhasilanmu semakin nyata. karena aku masih merasakanmu, dekat dan aku mulai kehilangan. lemah. aku yang picik, berharap kamu lupa kartuku. kalau kita akan menjadi asing, samakan skor ini 0-0. kembalikan satu padaku, bagian dariku yang tidak aku tahu sebelumnya ada. apa dia ada? semoga musnah saja. kuat.
No comments:
Post a Comment