December 19, 2011

asing

menemukan kamu, seperti menemukan emas saat pergi ke ladang. atau mungkin akulah yang ditemukan. kita berjalan bersama menuju matahari, semakin terbakar dan panas. tidak, kita tidak akan mati. kita bertambah kuat dan kuat. aku dan kamu tidak dipisahkan jarak, kita kira; karena saat itu kita tidak berjarak. lalu kini saat jarak belum sampai sepersepuluh bumi kita hancur luluh lantah. aku dan kamu mengira kita begitu kuat, aku dan kamu mengira kita akan selamanya, tiang-meniang menyebrangi samudra. tapi aku dan kamu tersapu ombak. ombak kecil di tepian sungai.

kita baru saja akan melangkah, tapi kita musnah. ada cerita yang tidak dibagi, tidak terbagi. ada ego yang tidak dikendali. kita menyalahkan jarak, dan kita musnah. yang tersisa adalah aku dan kamu, dengan cerita aku dan cerita kamu. masing-masing seperti sepapan kayu di tengah lautan, terombang-ambing menunggu langkah nasib. atau mungkin hanya aku yang begini? semoga saja.

aku mempercayaimu, dulu. dulu, aku begitu yakin kamu akan selalu berbagi. atau mungkin aku yang lupa berbagi. sepertinya iya. lalu tanpa rasa sakit yang dibagi, rasa bahagia tidak  terasa. aku dan kamu menjadi asing. asing. aku dan kamu yang tersisa. kamu mempercayaiku, dulu. aku dan kamu sekarang asing.

kita berada dalam lingkaran, kita kita. nyatanya lingkaran yang berbeda, meroda makin jauh.

ada emas dalam sejarah hidupku. Azalea, for yourself.

No comments:

Post a Comment