December 18, 2011

m



"Ada seseorang yang tak terlupakan. Aku belajar bahwa berusaha melupakan akan membuat kita semakin mengingat, jadi aku membiarkannya mengalir dan berharap mungkin, mungkin suatu hari ingatan tentang dia akan memudar dan terkubur sedikit dalam. Benar-benar. Aku ingin tidak menyadarinya. Aku ingin bernapas dengan tenang tanpa perubahan irama saat namanya diucap. Aku ingin segala hal kecil yang begitu konyol tidak menampakkan kilasan memori tentangnya. Aku ingin menghadapinya dengan tegak dan berkata, "Hai. Apa kabar?" Hal sederhana yang menjadi begitu rumit karena itu tentang dia. Aku ingin semua nada tidak membisikkan suaranya. Aku ingin lagu yang pertama aku kenal darinya berhenti mengiang. Karena aku lelah menghindar dan aku ingin menemuinya, sebagai aku dan dia. Tanpa emosi yang menulang dan mendarah. Aku ingin menemuinya. Mungkin aku memang merindukannya. Dia yang tidak pernah menatap atau menyadari keberadaanku. Mungkin aku memang merindukannya. Dia yang tidak pernah memberi harapan barang setetes pun. Mungkin aku memang merindukannya. Dia yang membuat aku mengerti rasa sakit tanpa berusaha. Aku mungkin merindukannya sedikit. Dia yang makin bersinar saat aku kira aku berhasil membalas. Mungkin juga sedikit agak banyak. Dia yang tidak pernah bergeming sedangkan aku yang terus hujan. Mungkin aku merindukannya. Dia yang makin bersinar dan aku yang tidak mampu menegak.

Mereka mengelilinginya dan aku harus menghindar mati-matian. Aku menatap dari jauh sementara mereka menari dengan gemerlapan. Aku terdiam tersedot dalam ritme. Aku ingin menari bersama tapi aku tidak mendengar musik dan kakiku lumpuh. Mungkin aku bodoh, memilih harga diri yang dimahalkan. Berharap suatu hari aku mampu berdiri tegak dan melangkah ke lingkaran, lalu terbang dengan bebas tanpa emosi yang merantai berabad-abad. Meski itu terjadi, aku tahu sesekali aku akan menatapnya dan aku tahu dia takkan pernah mati. Seperti air yang meresap membentuk hatiku dan aku.

Aku akan merindukannya. Hari ini, besok, dan seterusnya. Aku hanya harus maju dan membentuk lingkaranku sendiri."

-Ishana, untold stories

No comments:

Post a Comment