kata A kamu orangnya begini, kata B kamu begitu. lalu aku makin merasa asing denganmu. dia bilang terima saja kamu adanya, tapi bagaimana caranya? menerima sesuatu dalam kegelapan. aku manusia penasaran. aku ingin tahu dan mungkin terlalu ingin tahu. jadi aku dan kamu bertemu. aku ingin mengenal kamu, tapi kamu tidak membiarkan ini mudah.cukup adil, manusia memang selalu berusaha melindungi dirinya. aku juga sama, hanya saja kamu berhasil menembus pertahananku sedang pertahananmu makin menggumpal seperti kabut di hutan malam.
kamu siapa? aku siapa? aku gagal memilah kata-kata. kamu tidak bohong, tidak pernah, tapi kamu mengaburkan pandanganku. aku memandang di balik jendela berembun. hebat. dan aku seperti kutu tak berdaya di bawah mikroskop. hebat. dan sakit.
jadi aku memberikan ini, yang murah dan diobral ke mana-mana. percaya. aneh sekali punyaku murah. aku percaya kamu tidak bisa dan tidak mau berbohong padaku. aku hanya bisa menunggu kamu menyingkap sedikit kabutmu. ini senjata terakhirku. aku percaya kamu sederhana adalah kamu, yang harus aku kenal sedikit demi sedikit. ini percaya yang murah, tapi aku berharap memberimu sedikit kekuatan yang bahkan mungkin tidak kamu butuhkan. percaya yang murah ini sudah aneh, dan makin aneh karena aku tidak tahu apa kamu bisa mengikisnya. atau mungkin ini harapan yang aku tumbuhkan seenaknya. aku ingin kita tumbuh. kita. terlahir kembali, di pucuk yang baru dan dahan yang kokoh. akar yang tak terkalahkan waktu. kita akan tumbuh. kita lahir, setiap detik kita lahir. ayo berdo'a!
percayaku murah, mungkin tidak pantas disebut percaya. benar-benar tidak ada akhirnya ya. maaf aku menyakitimu. jarak ini berhasil melemahkan kita, tapi kita akan jadi seribu kali lebih kuat. bismillahirrohmanirrohiim...
aku menganggapmu sahabat sepihak lagi, hehe. semoga perjalanan ini mengubahku menjadi orang yang mampu menyandang gelar kehormatan, sahabatmu.
kamu siapa? aku siapa? aku gagal memilah kata-kata. kamu tidak bohong, tidak pernah, tapi kamu mengaburkan pandanganku. aku memandang di balik jendela berembun. hebat. dan aku seperti kutu tak berdaya di bawah mikroskop. hebat. dan sakit.
jadi aku memberikan ini, yang murah dan diobral ke mana-mana. percaya. aneh sekali punyaku murah. aku percaya kamu tidak bisa dan tidak mau berbohong padaku. aku hanya bisa menunggu kamu menyingkap sedikit kabutmu. ini senjata terakhirku. aku percaya kamu sederhana adalah kamu, yang harus aku kenal sedikit demi sedikit. ini percaya yang murah, tapi aku berharap memberimu sedikit kekuatan yang bahkan mungkin tidak kamu butuhkan. percaya yang murah ini sudah aneh, dan makin aneh karena aku tidak tahu apa kamu bisa mengikisnya. atau mungkin ini harapan yang aku tumbuhkan seenaknya. aku ingin kita tumbuh. kita. terlahir kembali, di pucuk yang baru dan dahan yang kokoh. akar yang tak terkalahkan waktu. kita akan tumbuh. kita lahir, setiap detik kita lahir. ayo berdo'a!
percayaku murah, mungkin tidak pantas disebut percaya. benar-benar tidak ada akhirnya ya. maaf aku menyakitimu. jarak ini berhasil melemahkan kita, tapi kita akan jadi seribu kali lebih kuat. bismillahirrohmanirrohiim...
aku menganggapmu sahabat sepihak lagi, hehe. semoga perjalanan ini mengubahku menjadi orang yang mampu menyandang gelar kehormatan, sahabatmu.
No comments:
Post a Comment