ada seseorang yang merasa dirinya paling beruntung di dunia dan memang benar dia adalah orang yang sangat beruntung. dia diberi hadiah oleh Dia sahabat-sahabat yang paling baik bahkan membuat iri bintang-bintang. tapi seseorang ini belum berhasil menjadi sahabat bagi sahabat-sahabatnya. faktanya adalah dia tuli atau dia membuat dirinya tuli, dia tidak mendengar sahabat-sahabatnya menangis padahal utara pun mendengar selatan.
"dia ada saat aku bangun."
"tapi bukan karena dia kamu bangun."
"kamu tidak akan mengerti."
sampai kapan pun hal ini terlalu sederhana sekaligus rumit untuk dimengerti. benar juga mereka bilang pengalaman adalah guru terbaik. tapi dia tidak mampu jatuh dan tidak boleh. begitu sederhana tapi rumit. dosanya dia berlari saat dia dibutuhkan. itu adalah pilihan. menyesal? dan dia harus membayar.
"kamu tidak tahu?"
"... tidak."
di balik senyuman harusnya dia mampu menyelam. ada mata yang begitu mudah ditembus tapi tak terpandang. ada kata yang begitu jelas tapi tak teraba. dan dia mendekam dalam ketidaktahuan. apa yang dia mau? dikatakan kebenaran? apa sanggup dia menahan? lihat dia lemah. apa yang bisa dia lakukan? berdo'a dan berdo'a tanpa usaha. begitu sakit dia mengajak tertawa saat air mata begitu berat untuk dikekang. lalu apa katanya? sahabat? dia merusak definisi kata.
jadi titelnya adalah sahabat, yang merubah definisinya menjadi: orang yang mengajakmu tertawa sesaat sebelum kamu harus kembali menghadapi persoalanmu sendiri. dia datang seperti angin mendahului badai yang merobohkan pertahanan terkuatmu.
dia melemahkan saat harusnya dia menjadi kekuatan. dan dia menyebut dirinya 'sahabat'. hahahaha
"dia ada saat aku bangun."
"tapi bukan karena dia kamu bangun."
"kamu tidak akan mengerti."
sampai kapan pun hal ini terlalu sederhana sekaligus rumit untuk dimengerti. benar juga mereka bilang pengalaman adalah guru terbaik. tapi dia tidak mampu jatuh dan tidak boleh. begitu sederhana tapi rumit. dosanya dia berlari saat dia dibutuhkan. itu adalah pilihan. menyesal? dan dia harus membayar.
"kamu tidak tahu?"
"... tidak."
di balik senyuman harusnya dia mampu menyelam. ada mata yang begitu mudah ditembus tapi tak terpandang. ada kata yang begitu jelas tapi tak teraba. dan dia mendekam dalam ketidaktahuan. apa yang dia mau? dikatakan kebenaran? apa sanggup dia menahan? lihat dia lemah. apa yang bisa dia lakukan? berdo'a dan berdo'a tanpa usaha. begitu sakit dia mengajak tertawa saat air mata begitu berat untuk dikekang. lalu apa katanya? sahabat? dia merusak definisi kata.
jadi titelnya adalah sahabat, yang merubah definisinya menjadi: orang yang mengajakmu tertawa sesaat sebelum kamu harus kembali menghadapi persoalanmu sendiri. dia datang seperti angin mendahului badai yang merobohkan pertahanan terkuatmu.
dia melemahkan saat harusnya dia menjadi kekuatan. dan dia menyebut dirinya 'sahabat'. hahahaha
No comments:
Post a Comment