sepertinya saya punya bakat sotoy. astagfirullahal'adzhim... ya Allah jangan sampai... :(
banyak hal yang belum saya mengerti dan mungkin tidak akan sempat saya mengerti, apalagi paham. ada prinsip dalam hidup yang berusaha saya pegang erat-erat, karena tanpanya saya lebur dan hancur. tapi dalam menerapkan prinsip itu saya masih haris pelan-pelan, berusaha mengerti sedikit demi sedikit. bismillahirrohmanirrohiim..
kadang, hal yang jelas hitam-putih jadi abu. karena emosi dan nafsu. mungkin itu kenapa Holmes bener-bener menyampingkan emosi. Benedict Cumberbatch (<3 <3 <3) as Sherlock Holmes BBC version dalam dialognya dengan Moriarty bilang, "I have been reliably informed that I don't have one (heart)." yang dibales Moriarty, "Oh, but we both know that's not quite true." dan yap, Sherlock emang obviously punya hati tapi mengesampingkan emosi dalam menyelesaikan kasus, alias profesional. jadi profesional itu susah, maknanya aja dalem dan belum cukup kegali (saya mah hehe amvun). kenapa saya ngomongin ini? hmm gatau juga sih, dari pengamatan amatir yang bikin saya bingung sendiri #yasudahlah #azztt.
absurd ya? heu maksud saya, hmm.. misalnya kita ngerti kalau hal ini tuh nggak boleh kita lakuin, tapi tetep aja kita lakuin. masih pake emosi, ngikutin hawa nafsu. sadar nggak sadar (sotoy), garis batas yang jelas dan bold jadi blur. salah kacamata mungkin? atau cuma pengen nggak ngeliat? aduh wallahu'alam. saya sendiri ilmunya masih kurang, tapi back to basic: the more we know the harder we choose. aah ini postingannya loncat-loncat ya? maaaf :(.
pengen bisa tegas, engga adalah engga. iya adalah iya. heup. kayak kalo kebut-kebutan, once we crossed the line, we'll mark it as our territory. when it's clearly not. it's clearly not.
astagfirullahal'adzhim.. ya Allah lindungi kami dari godaan musuh kami, bantulah kami menang dari diri kami, aamiin...
banyak hal yang belum saya mengerti dan mungkin tidak akan sempat saya mengerti, apalagi paham. ada prinsip dalam hidup yang berusaha saya pegang erat-erat, karena tanpanya saya lebur dan hancur. tapi dalam menerapkan prinsip itu saya masih haris pelan-pelan, berusaha mengerti sedikit demi sedikit. bismillahirrohmanirrohiim..
kadang, hal yang jelas hitam-putih jadi abu. karena emosi dan nafsu. mungkin itu kenapa Holmes bener-bener menyampingkan emosi. Benedict Cumberbatch (<3 <3 <3) as Sherlock Holmes BBC version dalam dialognya dengan Moriarty bilang, "I have been reliably informed that I don't have one (heart)." yang dibales Moriarty, "Oh, but we both know that's not quite true." dan yap, Sherlock emang obviously punya hati tapi mengesampingkan emosi dalam menyelesaikan kasus, alias profesional. jadi profesional itu susah, maknanya aja dalem dan belum cukup kegali (saya mah hehe amvun). kenapa saya ngomongin ini? hmm gatau juga sih, dari pengamatan amatir yang bikin saya bingung sendiri #yasudahlah #azztt.
absurd ya? heu maksud saya, hmm.. misalnya kita ngerti kalau hal ini tuh nggak boleh kita lakuin, tapi tetep aja kita lakuin. masih pake emosi, ngikutin hawa nafsu. sadar nggak sadar (sotoy), garis batas yang jelas dan bold jadi blur. salah kacamata mungkin? atau cuma pengen nggak ngeliat? aduh wallahu'alam. saya sendiri ilmunya masih kurang, tapi back to basic: the more we know the harder we choose. aah ini postingannya loncat-loncat ya? maaaf :(.
pengen bisa tegas, engga adalah engga. iya adalah iya. heup. kayak kalo kebut-kebutan, once we crossed the line, we'll mark it as our territory. when it's clearly not. it's clearly not.
astagfirullahal'adzhim.. ya Allah lindungi kami dari godaan musuh kami, bantulah kami menang dari diri kami, aamiin...
No comments:
Post a Comment